Sunday, June 11, 2017

Cerita Pendek (Cerpen)



Cerpen
Cerpen adalah karangan fiksi yang berbentuk prosa dengan rentang cerita yang relative pendek dan membatasi diri dalam membahas salah satu unsur fiksi dalam aspeknya yang terkecil.
Cerpen dibangun oleh unsur-unsur pembangun cerita yang sama. Unsur pembangun tersebut yaitu unsur intrinsic dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsic adalah unsur-unsur yang secara langsung membangun karya sastra itu sendiri sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra itu, tetapi tidak langsung memperngaruhi cerita.
Unsur intrinsic antara lain sebagai berikut:
1.      Tema yaitu gagasan pokok atau ide yang mendasari pembuatan sebuah karya sastra. Tema biasanya disampaikan secara implicit melalui cerita sehingga tidak langsung dikemukakan.
2.      Tokoh yaitu orang (individu) rekaan yang ada dalam imajinasi pengarang yang dituangkan ke dalam cerita. Tokoh berfungsi untuk mengembangkan cerita dan menyampaikan idek, gagasan, atau pikiran penulisnya.
3.      Penokohan yaitu pelukisan atau gambaran yang jelas tentang tokoh yang ditampilkan dalam cerita. Pelukisan tersebut meliputi watak dan bentuk fisik tokoh. Watak tokoh dapat ditampilkan secara langsung (analitik) dan secara tidak langsung (dramatic)
4.      Latar/ setting yaitu latar belakang peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam cerita (karya sastra). Latar belakang dibedakan menjadi 3 yaitu latar waktu, tempat, dan suasana.
5.      Alur/ plot yaitu rangkaian peristiwa yang saling berhubungan satu dengan yang lain dan membentuk sebuah cerita. Tahapan alur meliputi tahap penyituasian (pengenalan), tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap penyelesaian konflik.
6.      Sudut pandang yaitu cara pengarang mengungkapkan ceritanya. Sudut pandang pengarang meliputi:
a.       Sudut pandang orang pertama (menggunakan kata ganti orang aku dan saya)
b.      Sudut pandang orang ketiga (menggunakan kata ganti orang dia, ia, atau nama orang) dan
c.       Sudut pandang campuran (menggunakan kata ganti orang aku dan dia)
7.      Amanat yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang lewat karya yang dibuatnya. Pesan itu dapat berupa anjuran, ajakan dan nasehat.

Unsur ekstrinsik terdiri dari:
1.      Sikap, keyakinan dan pandangan hidup pengarang yang mempengaruhi karya yang ditulisnya.
2.      Latar belakang kehidupan pengarang diantaranya: keadaan lingkungan pengarang seperti ekonomi, politik dan sosial budaya.
3.      Psikologi pengarang yaitu keadaan kejiwaan pengarang ketika menulis karyanya (proses kreatif)
4.      Pandangan hidup suatu bangsa berbagai karya seni yang lain sebagainya.

Cerita Rakyat dan Jenisnya



Cerita Rakyat

           

Nusantara kita kaya akan cerita rakyat. Cerita rakyat merupakan sebuah prosa lama yang hidup di lingkungan masyarakat yang berasal dari suatu daerah tertentu yang bersifat kedaerahan. Cerita rakyat umumnya diceritakan secara turun-temurun dan lisan. Jumlahnya ada ribuan dan bertebaran dari Sabang (Aceh) sampai Merauke (Papua). Banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa kita petik dari cerita rakyat tersebut.
Cerita rakyat sebagai bagian dari karya sastra merupakan kesusastraan yang paling awal lahir dalam kebudayaan masyarakat Melayu. Berdasarkan jenisnya cerita rakyat terdiri atas mite, sage, legenda dan fable.
a.      Mite
Mite adalah cerita yang mempunyai latar belakang sejarah, dipercaya masyarakat sebagai cerita yang benar-benar terjadi, dianggap suci, banyak mengandung hal-hal gaib dan umumnya ditokohi oleh dewa. Contohnya: Nyi Roro Kidul dan Dewi Sri
b.      Sage
Sage adalah cerita yang berdasarkan peristiwa sejarah yang bercampur fantasi rakyat. Contohnya: Ciung Wanara, Lutung Kasarung dll
c.       Legenda
Legenda adalah cerita rakyat yang berisikan tentang asal mula terjadinya suatu tempat, gunung, dan sebagainya. Contoh: asal-usul Danau Toba
d.      Fabel
Fabel adalah cerita yang menggambarkan watak manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang. Contoh: si kancil dengan buaya.
Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat. Cerita rakyat penyampaiannya melaui lisan dan secara turun-temurun. Oleh karena itulah cerita rakyat sering disebut sastra lisan.
Cerita rakyat di Indonesia jumlahnya sangat banyak, namun pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai berikut.
a.      (Dongeng Binatang) Fabel
Dongeng binatang adalah cerita yang tokoh-tokohnya berupa binatang dengan peran layaknya manusia. Tokoh cerita binatang populer pada masyarakat Melayu adalah kancil, di Jawa Barat dikenal Kera, di Eropa ada Srigala, di Kamboja ada kelinci.
b.      Legenda
Legenda adalah cerita dongeng mengenai asal-usul yang dihubungkan dengan keanehan atau keajaiban alam. Jenis legenda sebagai berikut:
-          Cerita asal-usul tumbuh-tumbuhan. Misalnya: asal-usul padi, asal-usul jagung dll
-          Cerita asal-usul binatang. Misalnya asal-usul kuda tidak bertanduk, asal-usul ikan mas berdarah merah, dll
-          Cerita asal-usul terjadinya suatu tempat. Misalnya asal-usul Danau Toba, Singaraja dll
c.       Dongeng Pelipur lara
Dongeng pelipur lara dipenuhi dengan kisah-kisah lucu (komedi). Contohnya: si Kabayan, cerita pak Belalang, Cerita Lebai Malang
Setiap karya sastra mempunyai nilai atau amanat. Nilai tersebut dikelompokkan menjadi bersifat negatif ada pula positif. Nilai mencakup seluruh bidang kehidupan manusia dan meliputi bidang ideology, moral, politik, ekonomi, sosial, budaya, religius, humanistic, edukatif, psikologi, moral, estetika, dan sebagainya.
Mendapatkan nilai sebuah cerita rakyat dengan cara membaca/ mendengarkannya dengan cermat. Nilai ini sangat bermanfaat bagi kita, macamnya sebaggai berikut:
a.      Nilai ideologis, berarti kita mendapatkan sesuatu  yang berkaitan dengan pandangan hidup, falsafah hidup.
b.      Nilai politis, berkaitan dengan pengaturan kehidupan untuk tujuan tertentu.
c.       Nilai ekonomis, berkaitan dengan kebutuhan hidup material manusia
d.      Nilai sosial, berkaitan dengan hubungan manusia yang satu dengan yang lain
e.      Nilai budaya, yakni nilai yang ada kaitannya dengan nilai perbuatan baik, tingkah laku dan kepribadian seta adat tertentu
f.        Nilai religius, berkaitan dengan kepercayaan atau keagamaan
g.      Nilai humanistik, berkaitan dengan kemanusiaan
h.      Nilai estetika, nilai yang ada kaitannya dengan keindahan atau ketepatan pelukisan dan kesesuaian antara bentuk dan isi
i.        Nilai edukatif, berkaitan dengan pendidikan
j.        Nilai psikologi, berkaitan dengan kejiwaan atau watak
k.       Nilai moral, berkaitan dengan perbuatan baik dan buruk, sopan dan tidak, sesuai dengan kehormatan atau tidak.