Sunday, November 30, 2014

CINTA SESUNGGUHNYA



CINTA SESUNGGUHNYA
          Bel sekolah berbunyi, semua murid-murid berhamburan pulang. Nafeza pun pulang dengan motornya itu. Saat dia berhenti di lampu merah, tiba-tiba Nafeza ditabrak mobil hingga dia terjatuh bersama motornya. Bukan Nafeza jika dia diam saja, dengan gaya pembalap dia mengejar mobil itu dan menghadangnya. Nafeza turun dari motor dan mengetuk kaca mobil itu.
Nafeza        : “ Kamu punya mata kan?”(berteriak di depan pemuda itu)
Leo              : “ Kurasa begitu. Maaf nona sudah menabrakmu, tapi kamu yang salah nona lampu sudah hijau kenapa tak jalan!” (menjawab dengan santainya).
Nafeza        : “ Siapa yang tanya lampu merah atau hijau? Aku tak buta warna. Kamu itu yang buta, sudah tau ada orang, malah ditabrak. Seharusnya anda kan bisa minggir dan menghindari motorku, bukan menabraknya!”
Leo              : “ Oke, aku minta maaf. Kenalin namaku Leo.”
Nafeza        : “ Aku nggak mau tau namamu!”
Leo              : “ Aku akan ganti rugi kerusakan motormu. Kamu bisa datang ke alamat ini.”(menyodorkan alamat rumahnya)
Nafeza        : “ Kamu pikir aku mau datang dan minta ganti rugi padamu. Oke aku memang minta ganti rugi bukan uang, tapi ini.” ( menghantam kaca mobil pemuda itu hingga hancur).
Leo              : “ Oh my God, apa yang kamu lakukan nona?”
Nafeza        : “ Memecahkan kaca mobilmu dan dengan begitu kita impas. Kamu ataupun aku tak perlu ganti rugi apa-apa kan?”
Leo              : “ Impas katamu ! kamu tau nggak harga mobil ini itu lebih mahal dari pada motor buntut kamu itu. Hah sial, mimpi apa aku semalam!”
Nafeza        : “ Memangnya kenapa? Peduli amat gue.”(meninggalkan Leo)
Leo              : “ Hah dasar orang aneh!” ( sambil menghentakkan kaki dan melihat kepergian Nafeza dengan geram).
          Hari pun berlalu. Suara-suara burung berkicau menyambut pagi hari yang cerah. Nafeza yang tampak rapi bersiap untuk pergi ke sekolah. Bel sudah berbunyi 2 menit sebelum Nafeza sampai di sekolah. Dia pun terburu-buru berlari menuju kelasnya.
Nafeza        : “ Untung saja belum ada gurunya!”
Dimas          : “ Terlambat lagi,, setiap hari kok terlambat.”
Nafeza        : “ Hah, kayak nggak tau gue aja loe!”
Dimas          : “ Ya ya ya,, Eh denger-denger ada murid baru lo di kelas kita.”
Nafeza        : “ Masa sich? Gue kok nggak tau ya!”
Dimas          : “ Ya iyalah loe nggak tau. Loe kan ketinggalan jaman banget. (memegang pundak Nafeza sambil tertawa).
Nafeza        : (menebas tangan Dimas dari bahunya) “ Enak saja ! Bukannya gue ketinggalan jaman, tapi gue itu males gosip. Hehehe”
Dimas           : “ hahaha..J Eh ada Bu Mirna tuh. (pindah ke tempat duduknya).
Bu Mirna      : “ Selamat pagi semuanya!”
Murid-murid : “ Selamat pagi, Bu!”
Bu Mirna      : “ Hari ini ada murid baru dikelas ini.”
 “ Masuklah Leo dan perkenalkan dirimu.”
Leo              : “ Hai semua.. perkenalkan nama saya Leo Vernando. Kalian bisa panggil saya Leo. Saya pindahan dari SMA 1 Bandung.”
Bu Mirna      : “ Ok, Leo duduklah di depan Nafeza. Tempat duduk yang kosong itu. ( menunjuk ke arah Nafeza).
Leo              : “ Baiklah Bu. Terima kasih.”
Nafeza        : “ Kenapa bisa bertemu orang ini lagi. Satu kelas lagi.”(berbicara dengan pelannya).

Bersambung.....

No comments:

Post a Comment