CINTA SESUNGGUHNYA
Bel sekolah berbunyi, semua
murid-murid berhamburan pulang. Nafeza pun pulang dengan motornya itu. Saat dia
berhenti di lampu merah, tiba-tiba Nafeza ditabrak mobil hingga dia terjatuh
bersama motornya. Bukan Nafeza jika dia diam saja, dengan gaya pembalap dia
mengejar mobil itu dan menghadangnya. Nafeza turun dari motor dan mengetuk kaca
mobil itu.
Nafeza : “ Kamu punya mata kan?”(berteriak di
depan pemuda itu)
Leo :
“ Kurasa begitu. Maaf nona sudah menabrakmu, tapi kamu yang salah nona lampu
sudah hijau kenapa tak jalan!” (menjawab dengan santainya).
Nafeza :
“ Siapa yang tanya lampu merah atau hijau? Aku tak buta warna. Kamu itu yang
buta, sudah tau ada orang, malah ditabrak. Seharusnya anda kan bisa minggir dan
menghindari motorku, bukan menabraknya!”
Leo : “ Oke, aku minta maaf. Kenalin
namaku Leo.”
Nafeza : “ Aku nggak mau tau namamu!”
Leo :
“ Aku akan ganti rugi kerusakan motormu. Kamu bisa datang ke alamat ini.”(menyodorkan
alamat rumahnya)
Nafeza :
“ Kamu pikir aku mau datang dan minta ganti rugi padamu. Oke aku memang minta
ganti rugi bukan uang, tapi ini.” ( menghantam kaca mobil pemuda itu hingga
hancur).
Leo : “ Oh my God, apa yang kamu
lakukan nona?”
Nafeza :
“ Memecahkan kaca mobilmu dan dengan begitu kita impas. Kamu ataupun aku tak
perlu ganti rugi apa-apa kan?”
Leo :
“ Impas katamu ! kamu tau nggak harga mobil ini itu lebih mahal dari pada motor
buntut kamu itu. Hah sial, mimpi apa aku semalam!”
Nafeza : “ Memangnya kenapa? Peduli amat gue.”(meninggalkan
Leo)
Leo :
“ Hah dasar orang aneh!” ( sambil menghentakkan kaki dan melihat kepergian
Nafeza dengan geram).
Hari pun berlalu. Suara-suara burung
berkicau menyambut pagi hari yang cerah. Nafeza yang tampak rapi bersiap untuk
pergi ke sekolah. Bel sudah berbunyi 2 menit sebelum Nafeza sampai di sekolah.
Dia pun terburu-buru berlari menuju kelasnya.
Nafeza : “ Untung saja belum ada gurunya!”
Dimas
: “ Terlambat lagi,, setiap hari
kok terlambat.”
Nafeza
: “ Hah, kayak nggak tau gue aja
loe!”
Dimas : “ Ya ya ya,, Eh denger-denger ada
murid baru lo di kelas kita.”
Nafeza : “ Masa sich? Gue kok nggak tau ya!”
Dimas :
“ Ya iyalah loe nggak tau. Loe kan ketinggalan jaman banget. (memegang pundak
Nafeza sambil tertawa).
Nafeza :
(menebas tangan Dimas dari bahunya) “ Enak saja ! Bukannya gue ketinggalan
jaman, tapi gue itu males gosip. Hehehe”
Dimas :
“ hahaha..J
Eh ada Bu Mirna tuh. (pindah ke tempat duduknya).
Bu
Mirna : “ Selamat pagi semuanya!”
Murid-murid : “ Selamat pagi, Bu!”
Bu
Mirna : “ Hari ini ada murid baru dikelas
ini.”
“
Masuklah Leo dan perkenalkan dirimu.”
Leo :
“ Hai semua.. perkenalkan nama saya Leo Vernando. Kalian bisa panggil saya Leo.
Saya pindahan dari SMA 1 Bandung.”
Bu Mirna :
“ Ok, Leo duduklah di depan Nafeza. Tempat duduk yang kosong itu. ( menunjuk ke
arah Nafeza).
Leo : “ Baiklah Bu. Terima kasih.”
Nafeza :
“ Kenapa bisa bertemu orang ini lagi. Satu kelas lagi.”(berbicara dengan
pelannya).
Bersambung.....
No comments:
Post a Comment