Sunday, November 30, 2014

TEGAKKANLAH SHOLAT



TEGAKKANLAH SHOLAT
اَلسَلَا مُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَ كاَ تُهُ
Para saudara-saudara yang berbahagia
            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya kepada kita semua sehingga pada kesempatan ini kita semua dapat berkumpul di masjid SMAN 1 Slahung tanpa ada aral satu apapun.
            Kedua kalinya sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi agung Muhammad SAW yang telah menuntun umat-Nya dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah dan yang kita nanti-nanti syafa’atnya di hari yaumul qiyamah.
            Hadirin yang berbahagia
            Marilah kita mawas diri kita masing-masing, mengadakan perhitungan terhadap kewajiban asasi kita kepada Allah SWT. Apakah sudah kita laksanakan dengan sebaik-baiknya atau belum? Kalaupun sudah kita laksanakan, apakah ada peningkatan atau tidak ? atau malah merosot ? diantara kewajiban asasi kita ialah melaksanakan shalat. Ibadah shalat ini adalah fardhu’ain. Wajib dilaksanakan dimanapun kita berada dan dalam keadaan apapun, kecuali bila seseorang sudah kehilangan kesadarannya atau wanita yang terlarang untuk menunaikan shalat.
            Sungguh shalat ini adalah suatu amalan yang sangat dipentingkan dalam agama, tata caranya secara terperinci telah diajarkan Rasulullah SAW, dan demikian pula waktu-waktunya.
            Allah SWT berfirman dalam Al Quranul karim :
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ.
Artinya : “Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya”.(QS. Al-Mukminun : 1-2 )
            Menurut ayat tersebut telah dijelaskan bahwa orang berbahagia dikalangan kaum mukminin itu ialah orang yang benar-benar mengamalkan ibadah shalat dengan khusyu’, menepati waktu-waktu shalat, memahami makna dan hikmah shalat. Kemudian yang terpenting ialah buah dari pada shalat itu. Apakah shalat kita dapat merubah sifat yang kurang baik menjadi baik.
            Shalat bukan hanya menenangkan jiwa yang resah gelisah, bukan hanya menghilangkan rasa bebas dari pada kewajiban terhadap Allah SWT, tetapi shalat dapat membersihkan kesalahan dan dosa seorang ditambah lagi dengan pahala yang dapat membandingi kesiap siagaan dalam berjihad di jalan Allah.
            Hadirin sekalian yang terhormat
            Bila mandi dengan air yang jernih lima kali sehari dapat membersihkan daki dan kotoran yang berada dikulit tubuh seseorang atau dapat membersihkan jasmaninya, maka shalat 5 kali sehari dapat membersihkan jiwa dan ruh seseorang dari kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa. Sungguh sangat benar dan tepat shalat yang di didikkan islam kepada umatnya, karena disamping tata caranya yang demikian terperinci waktunya pun diatur sedemikian cermatnya sehingga sesuai dengan keadaan manusia itu sendiri dalam mengatur hidupnya. Shalat jelas tidak akan mengganggu orang yang paling sibuk dalam kehidupannya sekalipun. Shalat tidak akan mengganggu kehidupan orang awam, pedagang, negarawan, maupun seniman yang konon tak mau diikat oleh suatu kedisiplinan waktu, malah shalat akan mendidik setiap manusia untuk memiliki pribadi yang tangguh dan kokoh dalam membagi waktu yang sangat berharga dalam hidupnya ini.
            Hadirin yang berbahagia
            Shalat ini adalah amaliah yang sangat fundamental, sehingga dapat dikatakan bila seseorang mampu memelihara shalat ini dengan sebaik-baiknya maka insya Allah seluruh amalnya akan menjadi baik pula dan sebaliknya bila shalatnya morat-marit dan belang-belang maka amalnya juga akan serupa seperti itu.
            Di zaman kita sekarang ini kita lihat adanya hal yang menggembirakan yaitu adanya remaja-remaja yang menanamkan dirinya “remaja masjid”, maka kita lihat ada beberapa masjid yang dipenuhi oleh anak-anak muda melaksanakan ibadah shalat di haru Jum’at dan pada waktu-waktu shalat yang lain. Namun demikian bila kita perhatikan lebih mendalam lagi, maka kita seluruhnya harus merasa sangat prihatin karena jumlah remaja kita yang sebenarnya dengan yang telah memenuhi masjid-masjid dan yang menjalankan shalat masih jauh dari perhitungan yang sebenarnya, yakni masih banyak remaja yang malas untuk melaksanakan ibadah yang sangat penting ini. Bahkan lebih memprihatinkan lagi, karena diantara mereka ada yang tidak merasa wajib lagi melaksanakan ibadah shalat dan seolah-olah tidak merasa berdosa meninggalkannya. Padahal meninggalkan shalat dengan sengaja adalah dosa besar, bila masih mengakui wajibnya.
            Melihat kenyataan yang demikian itu, maka wajiblah kita semua memikirkan masalah yang sangat fundamental ini. Mereka meringan-ringankan shalat dan meremehkannya, mereka tidak mengerti dan memahami urgensi atau tugas shalat bagi pembinaan pribadi dan jalan yang lurus menuju keberhasilan atau sukses hidup yang diidam-idamkan bagi setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dan Rosul-Nya SAW.
            Mengabaikan masalah agama dan lahirnya mengabaikan masalah shalat, akan meruntuhkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini kita berjerih payah untuk membinanya. Allah memperingatkan kepada manusia dengan firmanNya:
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Artinya: “ Maka datanglah yang sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” )QS Maryam: 59)
            Maka tiada jalan lain bagi kita melainkan meneladani jejak langkah para Nabi dan keluarganya dalam mengemban amanat Allah, agar kitapun memperoleh kemuliaan seperti yang telah Allah berikan kepada mereka itu.
            Hadirin yang berbahagia
            Bila kita tidak segera mengambil langkah yang tegas mulai hari ini, maka Allah SWT tetap akan meminta pertanggungjawaban kita di akhirat-Nya kelak dan pasti kita tidak akan mampu mempertanggungjawabkan kelengahan kita itu dengan alasan atau udzur apapun.

            Hadirin yang mulia
            Marilah kita saling mengingatkan dalam persoalan yang penting ini, semoga Allah senantiasa member taufik dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita mampu memenuhi perintah-perintah-Nya dan mampu pula meninggalkan larangan-Nya.
            Demikianlah pidato dari saya ada kurang lebihnya saya mohon maaf sebesar-besarnya. Akhirnya wabillahi taufik wal hidayah.

وَالسَلَا مُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَ كاَ تُهُ

No comments:

Post a Comment