TEGAKKANLAH SHOLAT
اَلسَلَا مُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَ كاَ تُهُ
Para saudara-saudara yang berbahagia
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, taufik
serta hidayah-Nya kepada kita semua sehingga pada kesempatan ini kita semua
dapat berkumpul di masjid SMAN 1 Slahung tanpa ada aral satu apapun.
Kedua
kalinya sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita
Nabi agung Muhammad SAW yang telah menuntun umat-Nya dari zaman jahiliyah
menuju zaman islamiyah dan yang kita nanti-nanti syafa’atnya di hari yaumul
qiyamah.
Hadirin
yang berbahagia
Marilah
kita mawas diri kita masing-masing, mengadakan perhitungan terhadap kewajiban
asasi kita kepada Allah SWT. Apakah sudah kita laksanakan dengan sebaik-baiknya
atau belum? Kalaupun sudah kita laksanakan, apakah ada peningkatan atau tidak ?
atau malah merosot ? diantara kewajiban asasi kita ialah melaksanakan shalat.
Ibadah shalat ini adalah fardhu’ain. Wajib dilaksanakan dimanapun kita berada
dan dalam keadaan apapun, kecuali bila seseorang sudah kehilangan kesadarannya
atau wanita yang terlarang untuk menunaikan shalat.
Sungguh
shalat ini adalah suatu amalan yang sangat dipentingkan dalam agama, tata
caranya secara terperinci telah diajarkan Rasulullah SAW, dan demikian pula
waktu-waktunya.
Allah
SWT berfirman dalam Al Quranul karim :
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ
خَاشِعُونَ.
Artinya
: “Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang
khusyu’ dalam shalatnya”.(QS. Al-Mukminun : 1-2 )
Menurut
ayat tersebut telah dijelaskan bahwa orang berbahagia dikalangan kaum mukminin
itu ialah orang yang benar-benar mengamalkan ibadah shalat dengan khusyu’,
menepati waktu-waktu shalat, memahami makna dan hikmah shalat. Kemudian yang
terpenting ialah buah dari pada shalat itu. Apakah shalat kita dapat merubah
sifat yang kurang baik menjadi baik.
Shalat
bukan hanya menenangkan jiwa yang resah gelisah, bukan hanya menghilangkan rasa
bebas dari pada kewajiban terhadap Allah SWT, tetapi shalat dapat membersihkan
kesalahan dan dosa seorang ditambah lagi dengan pahala yang dapat membandingi
kesiap siagaan dalam berjihad di jalan Allah.
Hadirin
sekalian yang terhormat
Bila
mandi dengan air yang jernih lima kali sehari dapat membersihkan daki dan
kotoran yang berada dikulit tubuh seseorang atau dapat membersihkan jasmaninya,
maka shalat 5 kali sehari dapat membersihkan jiwa dan ruh seseorang dari
kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa. Sungguh sangat benar dan tepat shalat yang
di didikkan islam kepada umatnya, karena disamping tata caranya yang demikian
terperinci waktunya pun diatur sedemikian cermatnya sehingga sesuai dengan
keadaan manusia itu sendiri dalam mengatur hidupnya. Shalat jelas tidak akan
mengganggu orang yang paling sibuk dalam kehidupannya sekalipun. Shalat tidak
akan mengganggu kehidupan orang awam, pedagang, negarawan, maupun seniman yang
konon tak mau diikat oleh suatu kedisiplinan waktu, malah shalat akan mendidik
setiap manusia untuk memiliki pribadi yang tangguh dan kokoh dalam membagi
waktu yang sangat berharga dalam hidupnya ini.
Hadirin
yang berbahagia
Shalat
ini adalah amaliah yang sangat fundamental, sehingga dapat dikatakan bila
seseorang mampu memelihara shalat ini dengan sebaik-baiknya maka insya Allah
seluruh amalnya akan menjadi baik pula dan sebaliknya bila shalatnya
morat-marit dan belang-belang maka amalnya juga akan serupa seperti itu.
Di
zaman kita sekarang ini kita lihat adanya hal yang menggembirakan yaitu adanya
remaja-remaja yang menanamkan dirinya “remaja masjid”, maka kita lihat ada
beberapa masjid yang dipenuhi oleh anak-anak muda melaksanakan ibadah shalat di
haru Jum’at dan pada waktu-waktu shalat yang lain. Namun demikian bila kita
perhatikan lebih mendalam lagi, maka kita seluruhnya harus merasa sangat
prihatin karena jumlah remaja kita yang sebenarnya dengan yang telah memenuhi
masjid-masjid dan yang menjalankan shalat masih jauh dari perhitungan yang
sebenarnya, yakni masih banyak remaja yang malas untuk melaksanakan ibadah yang
sangat penting ini. Bahkan lebih memprihatinkan lagi, karena diantara mereka
ada yang tidak merasa wajib lagi melaksanakan ibadah shalat dan seolah-olah
tidak merasa berdosa meninggalkannya. Padahal meninggalkan shalat dengan
sengaja adalah dosa besar, bila masih mengakui wajibnya.
Melihat
kenyataan yang demikian itu, maka wajiblah kita semua memikirkan masalah yang
sangat fundamental ini. Mereka meringan-ringankan shalat dan meremehkannya,
mereka tidak mengerti dan memahami urgensi atau tugas shalat bagi pembinaan
pribadi dan jalan yang lurus menuju keberhasilan atau sukses hidup yang
diidam-idamkan bagi setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dan
Rosul-Nya SAW.
Mengabaikan
masalah agama dan lahirnya mengabaikan masalah shalat, akan meruntuhkan
sendi-sendi kehidupan yang selama ini kita berjerih payah untuk membinanya.
Allah memperingatkan kepada manusia dengan firmanNya:
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا
الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Artinya: “ Maka datanglah yang sesudah mereka pengganti (yang
jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka
kelak akan menemui kesesatan.” )QS Maryam: 59)
Maka
tiada jalan lain bagi kita melainkan meneladani jejak langkah para Nabi dan
keluarganya dalam mengemban amanat Allah, agar kitapun memperoleh kemuliaan
seperti yang telah Allah berikan kepada mereka itu.
Hadirin
yang berbahagia
Bila
kita tidak segera mengambil langkah yang tegas mulai hari ini, maka Allah SWT
tetap akan meminta pertanggungjawaban kita di akhirat-Nya kelak dan pasti kita
tidak akan mampu mempertanggungjawabkan kelengahan kita itu dengan alasan atau
udzur apapun.
Hadirin
yang mulia
Marilah
kita saling mengingatkan dalam persoalan yang penting ini, semoga Allah
senantiasa member taufik dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita mampu
memenuhi perintah-perintah-Nya dan mampu pula meninggalkan larangan-Nya.
Demikianlah
pidato dari saya ada kurang lebihnya saya mohon maaf sebesar-besarnya. Akhirnya
wabillahi taufik wal hidayah.
وَالسَلَا مُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَ كاَ تُهُ
No comments:
Post a Comment