Memupuk Iman Kepada Allah
اَلسَلَا مُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَ كاَ تُهُ
Alhamdulillah, alhamdulillahirobil ‘alamin, Assholatu wassalamu
‘ala asrofil ambiyai walmursalin. Wa’ala alihi waashabihi ajma’in. amma ba’du.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat
Allah SWT yang mana telah memberikan rahmat, taufik, serta hidayahnya kepada
kita semua sehingga pada kesempatan pagi hari ini kita masih bisa bertatap muka
dalam keadaan sehat wal afiat. Amin.
Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan
kita nabi besar nabi Muhammad SAW yang mana telah membawa umat manusia dari
zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah tak lain dan tak bukan dengan lantaran
agama islam al-Haq dan yang kita nanti-nantikan syafaatnya di yaumul kiyamah
nanti. Amin.
Hadirin yang dirahmati Allah!
Kita umat manusia
umat islam umat nabi Muhammad SAW wajib beriman kepada Allah dan mengimani
rukun iman dalam agama kita yaitu agama islam. Agama islam mengajarkan kebaikan
dan mengajarkan hal baik melalui keimanan kita kepada Allah dan Rosulullah.
Hadirin yang berbahagia!
Berbicara iman kita umat islam tentunya sudah tahu maksud dari kata
iman itu.
Iman adalah
keyakinan kita kepada Allah SWT. iman kita di ukur dengan ketaqwaan kita, yang
dimaksud taqwa itu sendiri adalah menjalankan perintah-perintah-Nya dan
menjauhi segala larangan-larangan-Nya.
Iman (keyakinan)
terhadap adanya Allah SWT , hari pembalasan malaikat-malaikat, kitab-kitab,
yang diturunkan oleh Allah melalui para utusannya. Serta iman terhadap adanya
nabi-nabi Allah. Iman terhadap adanya Allah SWT, akan menyebabkan manusia
merasa bahwa segala gerak gerik kita selalu diawasi dan diketahui oleh zat yang
Maha Kuasa itu.
Bahkan tidak hanya perbuatannnya tetapi juga isi hatinya dan semua
yang terlintas dalam alam pikiran kita. Itulah salah satu tanda-tanda orang
yang benar-benar beriman dan bertaqwa.
Hadirin yang
dimuliakan oleh Allah !
Allah SWT
menjelaskan kepada semua umat manusia bahwa kebaikan itu bukanlah sekedar
menghadapkan muka kepada sesuatu arah yang tertentu, baik ke arah timur maupum
ke arah barat, tetapi kebaikan yang sebenarnya adalah orang-orang yang
benar-benar beriman dan bertaqwa. Yaitu orang-orang yang melakukan kebajikan
yang meliputi aktivitas rohani dan jasmani.
Seperti yang dijelaskan dalam sabda Rosulullah
قَالَ النَبِيُ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ الْبِرُ مَا سَكَنَتْ
اِلَيْهِ النَفْسُ وَاطْمَأَ نَ اِلَيْهِ الْقَلْبُ وَالْإِثْمُ مَا لَمْ تَسْكُنْ
اِلَيْهِ النَفْسُ وَلَمْ يَطْمَـــــِـــنَ اِلَيْهِ الْقَلْبُ
Qholannabiyyu shollallohu ‘alaihi wa sallamalbirru maa syakanat
ilaihinnafsu wathma’anna ilaihillqholbu walistmu maa lam tastkun ilaihinnafsyu
wa lam yatmainna ilaihillqolbu.
Artinya
:“Nabi SAW bersabda: kebajikan ialah sesuatu yang menentramkan jiwa dan menenangkan
hati. Sedang dosa ialah sesuatu yang tidak dapat menentramkan jiwa dan tidak
dapat menenangkan hati. (HR. Ahmad)
Hadirin yang
berbahagia
Dari arti dan
penjelasan hadist Nabi tersebut sudah jelas bahwa Allah menganjurkan umat islam
untuk membina akhlak dan beriman kepada Allah dan bertaqwa dengan yang Allah
tetapkan.
Maka.... kita umat
islam mari kita memupuk keimanan kita denagn bertaqwa dan berbuat kebajikan
kepada-Nya. Agar kita beruntung di yaumul qiyamah nanti.
Hadirin yang
dimuliakan oleh Allah !
Mungkin hanya ini
yang dapat saya sampaikan. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya dan mengambil
suri tauladannya. Dan dengan harapan semoga yang saya sampaikan tadi dapat
memupuk keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Amin......
Cukup sekian,
apabila ada kata yang kurang berkenan dihati hadirin saya mohon maaf yang
setulus-tulusnya. Semoga acara ini memberikan berkah serta menambah ketaqwaan
kita. Amin.
Sekian.................... Akhirukalam
وَالسَلَا مُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَ كاَ تُه
No comments:
Post a Comment